14
Oleh: Mama Produktif

Kenapa Umar bin Khattab selalu Diam ketika dimarahi istrinya, tipe suami takut istri kah?
Siapa sih yang tidak kenal seorang Umar bin Khattab?Nah, pada bahasan kali ini saya akan membahas mengenai  Penyebab Umar bin Khattab Terdiam Ketika Dimarahi Sang Istri.
Penyebab Umar bin Khattab Terdiam Ketika Dimarahi Sang Istri
malahayatimamaproduktif.blogspot.com

Pasti sahabat sudah tahu salah satu sosok Sahabat Rasulullah yang dikenal sangat tegas dan tak kenal kompromi dengan orang yang berbuat kejahatan, yang sebelum masuk islam pun sudah disegani oleh penduduk Mekkah. Sosok yang sangat dicintai oleh rakyatnya karena kepemimpinan dan zuhudnya. Siapa sangka seorang khalifah yang sangat berwibawa ini di saat bersama keluarga, ia lebih banyak diam dan lebih mendengarkan "ceramah-ceramah" dari istrinya.

Tau sendiri yah wanita itu lebih banyak bicara dibanding laki-laki. Menurut penelitian  wanita bicara 20.000 kata dalam sehari. Sedangkan laki-laki cukup 7.000 kata saja. Perbedaan inilah yang membuat mengapa mayoritas wanita lebih banyak bicara daripada laki-laki.

Penyebab Umar bin Khattab Terdiam Ketika Dimarahi Sang Istri
malahayatimamaproduktif.blogspot.com

Kenapa ya sahabat? Apakah seorang Umar tipe suami takut istri? Hmmmm...
Abu Lais as-Samarkandi dalam Tanbih al-Ghafilin meriwayatkan bahwa ketika ada seseorang yang hendak bertamu ke rumah Khalifah Umar bin Khattab niatnya ingin curhat perihal istrinya. Saat di depan pintu rumah Umar, ia mendengar Ummu Kulsum istri Umar bin Khattab sedang memarahi dan menceramahi dirinya, tapi ia hanya terdiam saja tanpa membalas apapun dengan kata-kata.

Mendengar kejadian ini, ia memutuskan untuk pulang. Setelah sesaat kemudian, Umar mengetahui orang tadi, ia lantas memanggilnya dan bertanya:
“Ada keperluan apa kamu datang ke rumahku?”
Orang tadi menjawab, ”sebenarnya aku ingin berkonsultasi tentang istriku mengenai sikap dan perlakuannya padaku namun aku tak sengaja mendengar pembicaraan istrimu tadi wahai khalifah, sehingga aku putuskan untuk pulang kembali ke rumah.”

Orang itu bertanya kembali kepada Umar, Ya Umar, mengapa engkau diam saja ketika istrimu marah tadi?
Umar pun tersenyum dan menjawab perihal dia diam saja ketika istrinya sedang memarahi dan menceramahinya.

  1. Istriku merupakan penjaga diriku dari      api neraka, maka hatiku selalu tenang terjaga dari hal-hal haram misalnya dari perzinaan.
  2. Istri selalu menjaga hartaku tatkala aku sedang keluar dari rumah.
  3. Istri adalah orang yang selalu mencuci bajuku.
  4. Istri selalu merawat anak-anakku.
  5. Istriku  selalu menyiapkan roti dan memasak untukku.
Penyebab Umar bin Khattab Terdiam Ketika Dimarahi Sang Istri
malahayatimamaproduktif.blogspot.com

Mendengar penjelasan khalifah Umar ini, orang tadi langsung memahami bahwa mengahadapi seorang istri harus lebih banyak mendengar keluh kesahnya, tak ada gunanya menanggapi istri yang sedang emosi. Itulah sifat terpuji sang Khalifah, tegas dalam bertugas, serta santun dengan keluarga. Karena sejatinya akhlak paling baik orang yang beriman ketika sebaik-baik akhlak terhadap istrinya.

Umar hanya mengingat seluruh kebaikan-kebaikan istrinya tanpa melihat cela dan kekurangannya. Ketika istri telah selesai menumpahkan keluh kesahnya, maka ia menasehatinya dengan cara bercanda agar istri tidak tersinggung. Adakah suami zaman now yang seperti Umar? Menjadi imam idaman bagi setiap keluarganya.

Dari kisah diatas dapat disimpulkan bahwa kedudukan seorang istri sangatlah terhormat, tidak hanya melayani suami juga mengurusi anak dan rumah tangganya. Salah satu cara menghargai seorang istri adalah dengan diam seperti yang dilakukan seorang Umar ketika seorang istri sedang mengadukan keluh kesahnya, bukan dengan sama-sama menceramahi atau menimpalinya.
Karena istri mu adalah anak yang telah kau ambil dari orangtuanya. Maka didiklah ia menjadi wanita sholehah, yang taat pada suami, Rasulullah dan Allah sebagai TuhanNya.

Simak juga artikel lainnya  mengenai amalan istighfar agar dengan mengamalkan dzikir istighfar doa-doamu cepat terkabul Klik disini.

Semoga artikel ini bermanfaat.
Thanks telah membaca.

Sumber:  www.islami.co dengan analisa pribadi

Jangan lupa tinggalkan like dan komentar dibawah ini Jangan lupa tinggalkan like dan komentar dibawah ini

Post a Comment

  1. Sebuah cerita yang penuh ibroh dan tak membosankan meskipun didengar berulangkali

    ReplyDelete
  2. Bener mba Wid 😁.. merupakan curhatan emak-emak emak :>)

    ReplyDelete
  3. 🎩
    😁
    πŸ‘•πŸ‘Great!
    πŸ‘–

    Renungan buat suami...

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. Buat bekal bagi para jomblo fisabilillah #upsss :d

      Delete
  5. nyentuh banget kena para suami hrus baca ini

    ReplyDelete
  6. Mantap TS, lanjutkan cerita-cerita membangun sprti ini.
    BTW karna penulisnya sprtinya emak2, mgkin bisa dibuat lebih cantik Blognya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. on progress mba..hehehe
      makasih sudah mampir...

      Delete
  7. Intinya suami suruh sabar ya Bu menghadapi istri? Tapi istri juga harus sabar lo jangan suami doang he.he.

    ReplyDelete
  8. Yang paling menjadi obat harmonis adalah, suami isteri saling sabar dan meredam/mengendalikan emosi yg muncul....keduanya, jika sama2 sabar, menjaga tidak ego dan saling meminta maaf terlebih dulu saat ada perbedaan....INsha Allah terjaga harmonisasi...
    Anyway...nice article

    ReplyDelete

Silahkan jika mau menyapa, memberikan komentar, mau bertanya, saran dan kritik yang membangun. Terimakasih πŸ™‚

 
Top